Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2020
http:sajakpenuhrasa/4/02/20 Pikir mu aku adalah kota Cukup besar untuk pelarian, pelampiasan setelah kau mengakhiri kisah bersamanya Aku adalah wilayah yang sering kau lalui Di bawah lampu neon Di depan stasiun tugu Sekian lama telah kau jaga Tetap saja ia tak pernah pantas dan tetap pergi Kini kau hancur atas ancaman cinta, tentunya itu karena ulah renyam yang kau buat bersamanya, yang awalnya utuh kian merasa separuh Daerah ku yang kau jumpai Sekarang selalu kau singgahi, hingga kini kau nikmati dan terlanjur hidup harmonis tanpa sedih tanpa jerit tanpa tangis Sekarang kota yang kau singgahi adalah aku Ku beri cinta, asal kau sanggup melupakannya Yang nantinya aku akan membalas dengan rasa tanpa terpaksa         ~aku adalah kota penuh siksa dan cinta